Sadiqin Dorong Varietas Baru Ketela, Petani Ingin Panen Dua Kali Setahun

PATI, mbjateng.com – Petani ketela di Kabupaten Pati menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan varietas baru yang berumur tanam lebih pendek namun memiliki produktivitas tinggi. Harapan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam).

Anggota DPRD Pati, Sadiqin, mengatakan aspirasi itu muncul dari sejumlah warga saat Musrenbangcam di beberapa wilayah, mulai dari Kecamatan Cluwak, Gunungwungkal, Dukuhseti, Tayu hingga sebagian Margoyoso.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurutnya, selama ini petani masih mengandalkan varietas ketela UJ-5 yang dikenal warga sebagai ketela “daplang”. Varietas tersebut memiliki masa tanam sekitar 11 bulan sehingga panen biasanya hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun.

“Petani berharap ada varietas yang masa tanamnya lebih pendek, sehingga dalam setahun bisa panen dua kali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika varietas seperti itu tersedia, maka pendapatan rumah tangga petani akan lebih stabil. Meski begitu, Sadiqin mengakui informasi mengenai varietas yang sesuai dengan kondisi lahan di wilayah tersebut masih perlu dicari lebih lanjut.

Selama ini, lamanya masa tanam UJ-5 tidak hanya berkaitan dengan waktu tunggu panen, tetapi juga risiko fluktuasi harga. Dalam kurun hampir satu tahun menunggu panen, harga ketela di pasaran bisa berubah sehingga memengaruhi pendapatan petani.

Di sisi lain, UJ-5 tetap menjadi pilihan utama karena dikenal cukup adaptif terhadap kondisi lahan di daerah setempat. Namun, keunggulan tersebut harus dibayar dengan masa tanam yang relatif panjang.

Karena itu, petani berharap dinas terkait dapat menghadirkan alternatif varietas ketela yang lebih cepat dipanen tetapi tetap memiliki hasil produksi yang memadai.

Sadiqin menegaskan aspirasi tersebut akan ia teruskan kepada pihak terkait. Menurutnya, dukungan terhadap pengembangan varietas unggul bukan hanya persoalan teknis pertanian, tetapi juga bagian dari upaya menjaga komoditas ketela tetap menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Musrenbangcam menjadi ruang bagi warga menyampaikan harapan. Setelah bertahun-tahun menanam UJ-5, mereka ingin memiliki pilihan varietas baru agar ketela bisa dipanen dua kali setahun dengan hasil yang tetap baik,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *