Kamari: Defisit Gula Nasional Jadi Peluang Emas bagi Petani Tebu Pati

PATI, mbjateng.com – Belum terpenuhinya kebutuhan gula nasional dinilai menjadi peluang besar bagi petani tebu di Kabupaten Pati. Kondisi tersebut diyakini mampu menjaga stabilitas harga gula sekaligus memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para petani.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Kamari, mengatakan bahwa kebutuhan gula dalam negeri yang masih lebih besar dibandingkan produksi nasional membuat permintaan pasar tetap tinggi. Situasi ini menjadi kabar baik bagi daerah penghasil tebu seperti Kabupaten Pati.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurutnya, selama kebutuhan gula nasional masih mengalami kekurangan, hasil produksi petani akan tetap terserap pasar. Hal itu juga berdampak pada harga gula yang relatif stabil dan memiliki nilai ekonomi yang menguntungkan.

“Karena gula nasional itu kebutuhannya kurang, otomatis harga gula itu tetap laku,” kata Kamari.

Ketua APTRI Kabupaten Pati tersebut menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini memberikan kepastian yang lebih baik bagi petani dibandingkan sejumlah komoditas pertanian lainnya yang sering mengalami fluktuasi harga.

Ia menilai peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan meningkatkan produktivitas lahan tebu. Selain dapat meningkatkan pendapatan petani, langkah itu juga berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gula nasional.

Kamari menambahkan, keberadaan pabrik gula yang terus melakukan revitalisasi menjadi sinyal positif bahwa industri gula masih membutuhkan pasokan tebu dalam jumlah besar. Karena itu, petani tidak perlu ragu untuk terus mengembangkan usaha budidaya tebu.

“Selama kebutuhan gula nasional masih tinggi dan produksi belum mencukupi, peluang bagi petani tebu tetap terbuka. Ini yang harus kita manfaatkan bersama,” ujarnya.

Ia berharap petani di Kabupaten Pati dapat menjaga semangat menanam tebu dan meningkatkan hasil produksi. Dengan dukungan industri pengolahan yang kuat, sektor pertebuan diyakini mampu menjadi salah satu penopang perekonomian daerah sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *