Dorong Homestay, DPRD Pati Sebut Gunungwungkal Punya Daya Tarik Wisata Alam

PATI, mbjateng.com – Perbukitan hijau, panorama alami, dan udara sejuk sudah lama menjadi daya tarik tersembunyi di wilayah utara Kabupaten Pati. Kawasan Gunungwungkal dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata jika didukung fasilitas yang memadai.

Anggota DPRD Pati, Eko Kuswanto, meyakini kawasan tersebut dapat tumbuh menjadi tujuan wisata baru. Menurutnya, kekuatan utama wilayah ini terletak pada lanskap perbukitan yang masih alami.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Selain panorama alam, Gunungwungkal juga dikenal memiliki potensi buah-buahan lokal. Kebun milik warga menyimpan berbagai varietas buah yang bisa memberi nilai tambah, tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga dikembangkan sebagai agrowisata.

Eko berharap pemerintah daerah dapat mendorong kehadiran homestay di kawasan tersebut. Ia menilai panorama alam Gunungwungkal cukup kuat untuk menarik wisatawan, asalkan tersedia tempat menginap yang nyaman dan dikelola langsung oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, homestay bukan sekadar tempat bermalam bagi wisatawan. Lebih dari itu, homestay dapat menjadi simpul ekonomi desa, mulai dari sajian sarapan yang disiapkan warga, cerita dari pemilik rumah, hingga jalur trekking yang memperkenalkan kebun buah kepada para tamu.

Eko menilai konsep tersebut sejalan dengan penguatan desa wisata. Dibandingkan membangun hotel besar, homestay dinilai mampu memberi manfaat langsung kepada masyarakat tanpa menghilangkan keaslian lingkungan alam.

Panorama perbukitan yang terbuka ke arah utara Pati juga memiliki karakter tersendiri. Saat matahari pagi muncul, kabut tipis masih menggantung di sela pepohonan, menciptakan pemandangan yang jarang ditemui di kawasan perkotaan.

Bagi Eko, Gunungwungkal tidak perlu tampil megah untuk menarik wisatawan. Ia menilai keaslian alam, kebun buah, dan keramahan warga justru menjadi kekuatan utama yang membuat orang ingin datang dan kembali lagi.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Pati dapat memberikan dukungan nyata, mulai dari membuka akses, memberikan pelatihan pengelolaan homestay, hingga membantu promosi wisata.

“Jika homestay tumbuh dan dikelola warga, Gunungwungkal bisa menjadi contoh bagaimana pariwisata berkembang dari desa dan langsung menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *