PATI, mbjateng.com – Perjalanan panjang Kabupaten Pati hingga memasuki usia ke-703 dinilai menjadi pengingat pentingnya menjadikan sejarah sebagai pijakan dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
Wakil Ketua I DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, H. Hardi, menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian kegiatan ziarah ke Makam Adipati Kembang Joyo memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703.
Menurut Hardi, mengenang para leluhur bukan sekadar bagian dari tradisi setiap peringatan Hari Jadi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memahami sejarah sekaligus mengambil nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam pembangunan masa kini.
“Kita harus menghargai sejarah karena dari sejarah kita mengetahui bagaimana daerah ini terbentuk dan berkembang. Nilai perjuangan serta kebudayaan yang diwariskan para leluhur harus menjadi fondasi dalam menentukan langkah Pati ke depan,” kata Hardi.
Ia menilai kemajuan daerah tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar sejarah dan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Pati. Pelestarian budaya, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, maupun sektor lainnya.
Hardi menambahkan, pemahaman sejarah juga penting ditanamkan kepada generasi muda. Dengan mengenal perjalanan daerahnya, generasi penerus diharapkan memiliki rasa bangga sekaligus tanggung jawab untuk menjaga warisan yang telah ditinggalkan para pendahulu.
“Generasi muda harus tahu dari mana Pati berasal dan bagaimana perjuangan para pendahulunya. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita kehilangan identitas. Justru sejarah dan budaya harus menjadi kekuatan untuk membangun Pati yang lebih baik,” jelasnya.
Ia berharap peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi bagi seluruh pihak. Semangat yang diwariskan para leluhur diharapkan dapat diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita mengambil semangat dari masa lalu untuk memperbaiki masa sekarang dan mempersiapkan masa depan. Dengan tetap berpegang pada nilai sejarah dan budaya, pembangunan Pati diharapkan tetap memiliki arah dan jati diri,” pungkas Hardi.
(ADV)
