Sudi Rustanto Dorong Penggunaan Pupuk Mikroba untuk Tingkatkan Produktivitas Padi di Pati

PATI, mbjateng.com – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, mendorong pemanfaatan pupuk mikroba sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil pertanian, khususnya komoditas padi di Kabupaten Pati.

Menurutnya, penggunaan pupuk mikroba yang dibuat dari bahan-bahan sederhana namun kaya nutrisi dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mempercepat pertumbuhan tanaman padi. Selain itu, inovasi tersebut juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami rasa terobosan penggunaan mikroba ini dampaknya sangat luar biasa. Nantinya beras yang dihasilkan bakal disalurkan ke SPPG,” kata Tanto, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, agar inovasi tersebut dapat diterapkan secara luas, pihaknya mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Pati melalui para penyuluh pertanian di setiap kecamatan untuk aktif melakukan sosialisasi kepada para petani.

Sosialisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemahaman teknis mengenai proses pembuatan pupuk mikroba, tetapi juga menekankan pentingnya inovasi serta kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam mengembangkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Dengan penerapan pupuk mikroba alami, diharapkan Kabupaten Pati mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lahan.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pati, yakni “1 Hektar 10 Ton Bisa”, yang bertujuan mendorong peningkatan hasil panen padi secara berkelanjutan.

“Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung program unggulan Pemkab Pati ‘1 Hektar 10 Ton Bisa’, yang mendorong peningkatan hasil panen secara berkelanjutan,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *