Tanggul Jebol, Jalur Pantura di Batangan Terendam dan Ruko Warga Rubuh

PATI — Banjir yang merendam jalur Pantura Juwana–Batangan, tepatnya di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, hingga Kamis (11/12) pagi masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur nasional tersebut tersendat parah dan kendaraan hanya bisa melaju padat merayap.

Kondisi semakin memburuk setelah tanggul dan jembatan di kawasan Desa Ketitangwetan kembali jebol akibat terjangan air bah kiriman dari wilayah Pati Selatan. Kerusakan tanggul yang semakin parah membuat air meluap bebas ke badan jalan Pantura, sehingga banjir tidak dapat dikendalikan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hingga pagi hari, genangan air masih menutupi badan jalan dan menimbulkan antrean kendaraan hingga dua kilometer. Para pengendara terpaksa melaju perlahan untuk menghindari mesin kendaraan mati akibat tingginya genangan.

Tidak hanya melumpuhkan lalu lintas, banjir juga menyebabkan kerusakan parah di kawasan permukiman. Sejumlah ruko milik warga yang berada di tepi sungai rubuh dan hanyut terseret derasnya arus. Kondisi diperparah oleh tumpukan sampah yang menyumbat jalur air di sekitar jembatan ambrol, sehingga aliran air tidak lancar dan meluap ke permukiman serta jalur Pantura.

“Hingga hari ini jalur Pantura masih terendam banjir. Arus lalu lintas padat merayap. Kemarin sempat surut, tapi banjir datang lagi karena hujan deras dari siang sampai malam. Beberapa ruko warga ikut terseret air,” kata Sulistiyono, warga Desa Ketitangwetan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki tanggul dan jembatan yang jebol agar banjir tidak semakin meluas. Penanganan darurat dinilai sangat mendesak mengingat jalur Pantura merupakan akses vital bagi masyarakat dan distribusi logistik nasional.

Upaya normalisasi aliran air juga menjadi tuntutan warga, mengingat banjir berulang terus terjadi setiap tahun dan semakin mengganggu aktivitas ekonomi serta keselamatan warga. Pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait diharapkan segera turun tangan untuk melakukan penanganan menyeluruh.

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *