Bambang Susilo: Kepercayaan Orang Tua Harus Dijaga dalam Pelaksanaan MBG

PATI, mbjateng.com – Dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Gembong menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati. DPRD Pati meminta persoalan tersebut segera ditangani secara serius agar tidak memicu kekhawatiran lebih luas di tengah masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, mengatakan keberlanjutan program MBG sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat, khususnya para orang tua siswa. Menurutnya, pemberian makanan melalui program pemerintah harus disertai kepastian bahwa makanan tersebut aman dan layak dikonsumsi.

Bambang menegaskan, aspek gizi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan MBG. Keamanan pangan serta keterbukaan dalam menangani setiap persoalan juga menjadi hal yang tidak kalah penting.

“Yang harus dijaga bukan hanya kualitas gizinya, tetapi juga kepercayaan orang tua. Kalau ada kejadian seperti ini, harus segera dievaluasi dan dijelaskan penyebabnya secara terbuka supaya masyarakat tidak khawatir terhadap pelaksanaan MBG,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah tidak mengabaikan setiap laporan maupun temuan yang berkaitan dengan makanan MBG. Setiap indikasi persoalan, kata dia, harus segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan langkah perbaikan.

Menurut Bambang, pemeriksaan tidak hanya penting untuk menyelesaikan kasus yang terjadi di Gembong, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi penyedia MBG lainnya. Dengan demikian, potensi kejadian serupa dapat dicegah sejak dini.

Selain pengawasan, ia menilai koordinasi antara sekolah, penyedia makanan, dan pemerintah daerah perlu diperkuat. Jalur komunikasi yang baik akan memudahkan pelaporan apabila ditemukan makanan yang diduga bermasalah.

“Kalau ada indikasi makanan tidak layak, jangan menunggu persoalannya membesar. Harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti agar penanganannya cepat,” katanya.

Bambang berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperbaiki pelaksanaan MBG sekaligus mengembalikan rasa aman bagi siswa maupun orang tua. Program tersebut, menurutnya, harus berjalan dengan mengutamakan manfaat, kualitas makanan, dan keselamatan penerima.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *