Data Hortikultura Jadi Acuan Pengembangan Pertanian di Kabupaten Pati

PATI, mbjateng.com – Pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Pati perlu didukung pemanfaatan data yang akurat agar program peningkatan produktivitas dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Hilal Muharom, mendorong agar perencanaan pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di lahan yang sudah aktif, tetapi juga mempertimbangkan peluang pengembangan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Data hortikultura dapat menjadi salah satu acuan untuk menentukan komoditas yang berpotensi dikembangkan, kebutuhan pendampingan, serta arah program pertanian di tingkat daerah.

Berdasarkan tabel statistik BPS Provinsi Jawa Tengah mengenai luas panen tanaman sayuran dan buah-buahan semusim tahun 2024, Kabupaten Pati tercatat memiliki luas panen bawang merah sebesar 2.162 hektare, cabai besar 234 hektare, cabai keriting 117,25 hektare, dan cabai rawit 67 hektare. Data tersebut menggambarkan aktivitas budidaya sejumlah komoditas sayuran di Pati.

Hilal menilai, data tersebut perlu dibaca bersama informasi mengenai kondisi lahan, kebutuhan pasar, ketersediaan air, dan kemampuan petani agar pengembangan komoditas dapat berjalan secara terarah.

“Data pertanian seharusnya menjadi dasar untuk menentukan langkah pengembangan di lapangan. Kita perlu mengetahui komoditas apa yang sudah berkembang, wilayah mana yang masih memiliki peluang, dan dukungan apa yang diperlukan agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemetaan potensi perlu dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa. Dengan demikian, program yang dijalankan dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah, bukan menggunakan pendekatan yang sama untuk semua daerah.

Menurutnya, lahan yang cocok untuk tanaman sayuran belum tentu sesuai untuk komoditas lain. Karena itu, penentuan jenis tanaman perlu mempertimbangkan kesesuaian lahan serta peluang penyerapan hasil panen.

Hilal juga mendorong Dinas Pertanian untuk memperbarui informasi mengenai potensi lahan dan perkembangan produksi secara berkala. Data yang diperbarui akan membantu pemerintah menentukan prioritas pendampingan maupun kebutuhan sarana produksi.

“Perencanaan yang berbasis data akan membantu penggunaan sumber daya menjadi lebih terarah. Harapannya, potensi pertanian Pati dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *