DPRD Pati Apresiasi Penggunaan Bibit Pohon untuk Gantikan Karangan Bunga

PATI, mbjateng.com – Langkah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati yang mengarahkan pemberian bibit tanaman sebagai bentuk ucapan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 mendapat respons positif dari DPRD Pati.

Anggota Komisi A DPRD Pati, Danu Ikhsan HC, menilai penggunaan bibit tanaman menjadi alternatif yang lebih bermanfaat dibandingkan karangan bunga yang selama ini umum digunakan dalam berbagai perayaan.

Menurut Danu, perubahan tersebut bukan sekadar soal mengganti bentuk ucapan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi kegiatan seremonial sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menjelaskan, karangan bunga umumnya hanya bertahan dalam waktu terbatas. Sebaliknya, bibit tanaman memiliki potensi memberikan manfaat dalam jangka panjang apabila ditanam dan dirawat dengan baik.

“Kalau karangan bunga, manfaatnya tentu hanya sementara. Berbeda dengan bibit pohon. Kalau ditanam dan dirawat, pohon bisa terus tumbuh dan memberikan manfaat selama bertahun-tahun,” ujar Danu.

Ia menilai, gagasan tersebut dapat memberikan warna baru dalam tradisi peringatan hari jadi daerah. Ucapan selamat tidak harus diwujudkan dalam bentuk yang bersifat sementara, tetapi bisa diarahkan menjadi sesuatu yang memiliki dampak nyata.

Bibit yang diberikan, lanjut Danu, dapat dimanfaatkan untuk penghijauan di berbagai lingkungan. Mulai dari desa, sekolah hingga kantor kecamatan dapat menjadi lokasi penanaman.

“Ucapan selamat bisa diwujudkan dalam bentuk yang lebih produktif. Bibit tersebut dapat ditanam di desa, sekolah maupun kecamatan sehingga nantinya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

Danu berharap pembagian bibit dalam momentum Hari Jadi Pati ke-703 tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. Menurutnya, langkah tersebut dapat dikembangkan menjadi gerakan penghijauan yang dilakukan secara konsisten di berbagai wilayah Kabupaten Pati.

Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan setelah bibit ditanam. Sebab, keberhasilan gerakan penghijauan tidak cukup hanya diukur dari jumlah bibit yang dibagikan, tetapi juga dari keberlangsungan pertumbuhannya.

“Jangan sampai setelah peringatan Hari Jadi selesai, gerakan menanam pohon juga berhenti. Justru setelah bibit diberikan harus ada tindak lanjut, mulai dari penanaman hingga perawatan secara berkelanjutan,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *