PATI, mbjateng.com – Pengembangan Perumda Air Minum Tirta Bening melalui rencana penyertaan modal daerah perlu disertai indikator kinerja yang jelas. Ukuran keberhasilan diperlukan agar dampak kebijakan dapat dievaluasi secara objektif.
Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, dapat menyoroti pentingnya target kinerja perusahaan sebagai bagian dari pengawasan terhadap rencana pengembangan badan usaha milik daerah.
Pembahasan tersebut berkaitan dengan usulan Raperda Penyertaan Modal Daerah pada Perumda Tirta Bening yang direkomendasikan masuk dalam Perubahan Ketiga Propemperda Kabupaten Pati Tahun 2026.
Penguatan struktur permodalan dan peningkatan kapasitas teknis menjadi dua pertimbangan dalam usulan regulasi tersebut. Namun, peningkatan modal perlu diikuti target yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan perusahaan.
Indikator itu dapat mencakup perluasan cakupan pelayanan, peningkatan kualitas distribusi, keandalan layanan, serta efisiensi operasional. Target yang ditetapkan nantinya perlu disesuaikan dengan kondisi aktual dan kemampuan perusahaan.
“Keberhasilan pengembangan perusahaan tidak cukup dinilai dari besarnya modal yang diberikan. Harus ada ukuran kinerja yang bisa diperiksa secara berkala agar perkembangan perusahaan dan manfaat bagi masyarakat dapat diketahui dengan jelas,” tutur Sekretaris Komisi B tersebut.
Evaluasi berkala juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pengembangan berikutnya.
Dengan adanya sasaran yang terukur, perencanaan penyertaan modal diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pendanaan, tetapi juga menghasilkan perbaikan kinerja perusahaan.
Karena itu, pembahasan Raperda menjadi kesempatan untuk memperjelas arah pengembangan dan aspek evaluasi yang diperlukan dalam pengelolaan Perumda Tirta Bening.
(ADV)
