DPRD Pati Dorong PDAM Petakan Titik Kebocoran Jaringan Air

PATI, mbjateng.com — Komisi B DPRD Kabupaten Pati mendorong Perumda Air Minum Tirta Bening memperkuat pengawasan terhadap jaringan distribusi air. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tingginya potensi kehilangan air yang perlu ditangani berdasarkan data dan kondisi masing-masing wilayah pelayanan.

Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, meminta perusahaan daerah tidak hanya melihat angka kehilangan air secara keseluruhan. Menurutnya, pemetaan secara detail diperlukan untuk mengetahui wilayah dengan tingkat kebocoran paling tinggi sekaligus mengidentifikasi penyebabnya.

“Jangan hanya mengetahui berapa jumlah kehilangan air secara keseluruhan. Kami ingin ada pemetaan yang jelas, zona mana yang tingkat kebocorannya tinggi dan apa penyebabnya,” ujar Muslihan.

Ia menilai pemetaan jaringan akan memudahkan PDAM dalam menentukan skala prioritas. Titik dengan tingkat kehilangan air yang besar dapat segera diperiksa sehingga langkah perbaikan lebih tepat sasaran.

Muslihan juga mengingatkan bahwa persoalan kehilangan air bukan hanya menyangkut kondisi teknis jaringan. Jika tidak segera dikendalikan, kebocoran yang terus terjadi dapat meningkatkan beban operasional sekaligus berdampak terhadap pendapatan perusahaan daerah.

Untuk itu, evaluasi jaringan secara berkala dinilai perlu dilakukan. Salah satu caranya dengan mencermati perbandingan antara volume air yang diproduksi dengan jumlah air yang tercatat sebagai pemakaian pelanggan.

“Harus ada sistem pengawasan dari sumber air sampai ke pelanggan. Selisihnya perlu dihitung dan ditelusuri agar kehilangan air bisa ditekan,” katanya.

Menurut Muslihan, hasil pemetaan tersebut selanjutnya perlu dijadikan acuan dalam menyusun program rehabilitasi maupun perbaikan jaringan. Dengan pendekatan berbasis data, anggaran perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif pada lokasi yang benar-benar membutuhkan penanganan.

Sebelumnya, Komisi B telah menyetujui usulan plafon anggaran Perumda Air Minum Tirta Bening dalam pembahasan Perubahan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026. Persetujuan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Pati.

Muslihan menegaskan bahwa dukungan anggaran perlu diikuti dengan peningkatan kinerja perusahaan, termasuk upaya menekan kehilangan air serta memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Harapannya, setelah persoalan jaringan terpetakan, perbaikannya bisa lebih cepat dan pelayanan kepada pelanggan juga semakin baik,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *