PATI – Serangan kawanan kera liar terhadap lahan pertanian warga di wilayah Pati Selatan disebut semakin meresahkan. Selain jumlahnya yang banyak, pola serangan kera yang datang secara bergerombol pada siang hari membuat petani kesulitan mengantisipasi.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar, Kamari, mengatakan laporan dari warga menyebut kawanan kera menyerang tanaman dalam waktu singkat dan menyebabkan kerusakan cukup besar.
“Warga melaporkan kera datang siang hari secara bergerombol. Dalam waktu singkat tanaman petani bisa habis dirusak,” jelasnya.
Menurut Kamari, kondisi tersebut berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya. Kini jumlah kera yang datang mencapai puluhan ekor sehingga petani kesulitan menjaga lahan mereka.
Ia menyebut wilayah Desa Sinomwidodo, Desa Larangan, hingga Desa Pakis menjadi daerah yang paling sering mengalami serangan. Akibatnya, banyak petani merasa cemas terhadap hasil panen mereka.
“Kalau kondisi ini terus terjadi tentu sangat merugikan petani, apalagi sebagian besar warga menggantungkan hidup dari hasil pertanian,” ujarnya.
Kamari meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menyusun langkah penanganan yang efektif. Ia berharap ada solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan satwa liar dan keberlangsungan pertanian masyarakat.
(ADV)
