Wisnu Wijayanto: BBM Rp15 Ribu Hadirkan Optimisme Baru bagi Nelayan Pesisir Pati

PATI, mbjateng.com – Kebijakan pemerintah yang menetapkan harga BBM non-subsidi sebesar Rp15.000 per liter bagi nelayan pengguna kapal 30–200 GT membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir. Setelah sekian lama menghadapi tingginya biaya operasional, nelayan kini memiliki peluang lebih besar untuk kembali meningkatkan aktivitas melaut.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Wisnu Wijayanto, menilai keputusan tersebut menjadi kabar yang paling dinantikan para nelayan, khususnya di wilayah Pantura Kabupaten Pati yang menggantungkan perekonomian dari hasil laut.

“Selama ini banyak nelayan mengeluhkan tingginya biaya bahan bakar. Bahkan tidak sedikit yang mengurangi jumlah perjalanan melaut karena biaya operasional tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Kebijakan ini memberi harapan baru bagi mereka,” ujar Wisnu.

Ia menjelaskan, sebelum adanya kebijakan tersebut, harga BBM non-subsidi yang mencapai sekitar Rp30.000 per liter membuat sebagian besar biaya usaha nelayan terserap untuk pembelian bahan bakar. Kondisi itu berdampak pada menurunnya keuntungan yang diterima nelayan.

Dengan harga baru yang lebih terjangkau, Wisnu optimistis nelayan akan lebih percaya diri untuk kembali melaut secara rutin sehingga produktivitas perikanan dapat meningkat.

“Ketika biaya operasional turun, ruang keuntungan nelayan tentu akan semakin besar. Harapannya kesejahteraan keluarga nelayan ikut meningkat dan ekonomi kawasan pesisir kembali bergairah,” katanya.

Menurutnya, dampak positif kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan oleh nelayan, tetapi juga oleh pelaku usaha lain yang bergantung pada aktivitas perikanan, seperti pedagang ikan, pekerja bongkar muat, penyedia es batu, hingga industri pengolahan hasil laut.

Wisnu berharap momentum tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor kelautan melalui peningkatan fasilitas pelabuhan, kemudahan akses permodalan, serta pembinaan usaha perikanan.

“Kami ingin nelayan tidak hanya terbantu oleh harga BBM yang lebih murah, tetapi juga memperoleh dukungan yang berkelanjutan agar sektor perikanan Pati semakin maju, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” tutupnya.

(ADV)

Pos terkait