Kebakaran TPS Plosojenar Jadi Evaluasi, Adam Soroti Kesiapan Armada dan Personel Damkar

PATI, mbjateng.com — Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Plosojenar, Kecamatan Jakenan, menjadi bahan evaluasi bagi Komisi A DPRD Kabupaten Pati. Tidak hanya soal pemadaman, kesiapan armada, fasilitas pendukung, personel, hingga koordinasi antartim turut menjadi perhatian.

Anggota Komisi A DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Adam Maulana, menilai kejadian tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan sarana pemadam kebakaran dalam menghadapi kondisi di lapangan.

Menurutnya, petugas pemadam kebakaran telah berupaya menangani kobaran api dengan dukungan dari sejumlah pos. Namun, situasi tersebut sekaligus perlu dijadikan momentum untuk melihat kembali kecukupan fasilitas yang dimiliki pemerintah daerah.

“Kami melihat teman-teman Damkar sudah bekerja di lapangan dengan dukungan dari beberapa pos. Namun kejadian ini sekaligus menjadi bahan evaluasi, apakah jumlah armada dan fasilitas pendukung yang tersedia sudah sebanding dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Adam.

Dalam proses penanganan kebakaran di TPS Plosojenar, armada pemadam dikerahkan dari Pos Kayen, Pos Juwana, dan Pos Pati Kota. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati turut memberikan dukungan lima kendaraan untuk menyuplai air.

Adam menilai pengerahan sejumlah armada tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran dengan durasi panjang membutuhkan dukungan lebih dari satu unsur.

Menurutnya, keberhasilan pemadaman tidak hanya ditentukan oleh jumlah kendaraan pemadam, tetapi juga ketersediaan air, personel, akses menuju lokasi, serta komunikasi yang terkoordinasi.

“Ketika kebakaran berlangsung lama, kebutuhan di lapangan bukan hanya mobil pemadam. Ada kebutuhan suplai air, akses, personel, hingga komunikasi antartim. Semuanya harus berjalan dalam satu koordinasi,” katanya.

Karena itu, Adam mendorong agar seluruh proses penanganan kebakaran di TPS Plosojenar dievaluasi secara menyeluruh setelah kondisi benar-benar terkendali.

Evaluasi tersebut, lanjut dia, penting untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul selama petugas berada di lapangan. Hasilnya dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan penambahan maupun pembenahan sarana penanggulangan kebakaran.

“Apa yang menjadi kendala hari ini harus dicatat. Dari situ pemerintah bisa menentukan apa yang harus diperbaiki, baik dari sisi armada maupun sistem penanganannya,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *