Kesenian Tradisional Pati Terancam Punah, DPRD Minta Langkah Nyata Pelestarian

PATI, mbjateng.com – Eksistensi berbagai kesenian tradisional di Kabupaten Pati dinilai semakin mengkhawatirkan. Anggota Komisi A DPRD Pati dari Fraksi Demokrat, Suharmanto, menilai sejumlah warisan budaya daerah kini berada di ambang kehilangan generasi penerus akibat minimnya perhatian dan dukungan yang berkelanjutan.

Menurutnya, berbagai kesenian khas seperti wayang kulit, wayang golek, ketoprak, barongan, hingga wayang topeng Desa Soneyan saat ini menghadapi tantangan besar di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Ia menyebut, menurunnya jumlah pementasan dan berkurangnya minat generasi muda menjadi indikator bahwa kesenian tradisional membutuhkan perhatian lebih serius dari seluruh pihak.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin beberapa kesenian tradisional yang menjadi identitas masyarakat Pati akan hilang secara perlahan. Ini tentu menjadi kerugian besar bagi daerah,” ujar Suharmanto.

Menurutnya, kesenian tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan pendidikan karakter yang penting diwariskan kepada generasi berikutnya.

Suharmanto menilai para pelaku seni selama ini masih berjuang secara mandiri untuk mempertahankan keberadaan kesenian daerah. Padahal, upaya pelestarian budaya memerlukan dukungan yang lebih luas agar dapat terus berkembang.

Ia mencontohkan kesenian barongan yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pati. Namun saat ini, keberadaan kelompok seni barongan semakin berkurang dan regenerasi pemain berjalan lambat.

Kondisi serupa juga dialami wayang kulit dan ketoprak yang dahulu menjadi tontonan favorit masyarakat. Kini, pertunjukan seni tradisional semakin jarang digelar dan kalah bersaing dengan berbagai bentuk hiburan modern.

Suharmanto berharap pemerintah daerah bersama DPRD dapat menyusun langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya harus menjadi investasi jangka panjang demi menjaga identitas daerah.

“Budaya adalah jati diri masyarakat. Jika warisan budaya hilang, maka kita juga kehilangan bagian penting dari sejarah dan identitas daerah,” tegasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *