PATI, mbjateng.com – Ketersediaan jembatan yang aman dan layak menjadi perhatian dalam pemanfaatan tambahan anggaran Rp38 miliar pada APBD Perubahan Kabupaten Pati tahun 2026. Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran akses transportasi sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mengatakan kondisi jembatan perlu mendapat perhatian serius karena menjadi bagian penting dari jaringan penghubung antarwilayah. Terlebih, jembatan yang digunakan sebagai akses utama masyarakat memiliki peran besar dalam menunjang kegiatan sehari-hari.
Ia menjelaskan, kerusakan pada jembatan berpotensi menghambat perjalanan warga dan mengganggu aktivitas ekonomi. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap kebutuhan perbaikan ditangani berdasarkan tingkat kerusakan serta risiko yang ditimbulkan.
“Perbaikan jembatan tidak hanya menyangkut kelancaran perjalanan, tetapi juga keselamatan masyarakat yang melintas. Karena itu, kondisi jembatan harus diperiksa secara cermat agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan teknis,” demikian pernyataan Muntamah.
Menurutnya, pemeriksaan lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan bentuk penanganan. Langkah tersebut diperlukan agar pekerjaan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi fisik jembatan, baik untuk perbaikan bagian yang rusak maupun penanganan lain berdasarkan rekomendasi teknis.
Muntamah juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah terkait. Koordinasi yang baik dibutuhkan agar tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, memenuhi standar teknis, dan tetap memperhatikan kemampuan anggaran.
Ia menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, penanganan perlu segera direncanakan sesuai tingkat urgensinya. Namun, pelaksanaannya tetap harus mengedepankan prosedur dan kualitas pekerjaan.
Muntamah berharap alokasi anggaran dalam APBD Perubahan 2026 dapat mendukung peningkatan kelayakan jembatan di Kabupaten Pati. Ia juga mendorong pengawasan dilakukan secara memadai agar hasil perbaikan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan penanganan yang terencana, infrastruktur jembatan diharapkan mampu menunjang konektivitas antarwilayah serta mendukung mobilitas warga secara aman dan nyaman.
(ADV)
