Nasionalisme di Era Modern Perlu Diwujudkan Lewat Tindakan Nyata

PATI, mbjateng.com – Semangat kebangsaan dinilai tidak cukup hanya ditunjukkan melalui perayaan hari besar atau penggunaan simbol-simbol nasional. Di tengah perubahan zaman, nasionalisme perlu diterapkan melalui sikap dan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin dari Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan rasa cinta terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, menjaga lingkungan, menghormati perbedaan, menaati aturan, serta bekerja secara bertanggung jawab merupakan bagian dari cara masyarakat mengisi kemerdekaan.

“Nasionalisme tidak hanya ditunjukkan lewat seremoni. Yang lebih penting bagaimana nilai kecintaan terhadap bangsa itu diwujudkan dalam perilaku dan tindakan sehari-hari,” ujar Ali.

Ia menilai persatuan menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kehidupan masyarakat. Perbedaan pandangan maupun kepentingan, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghilangkan rasa persaudaraan.

Ali juga menyoroti pentingnya membangun pemahaman kebangsaan di kalangan generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi serta pemahaman terhadap sejarah bangsa.

“Generasi muda perlu mengetahui bagaimana perjuangan bangsa sampai kemerdekaan bisa diraih. Dengan memahami sejarah, akan tumbuh rasa menghargai sekaligus tanggung jawab untuk mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan,” katanya.

Selain menjaga persatuan, Ali menyebut kontribusi terhadap pembangunan daerah juga merupakan bentuk nasionalisme. Setiap masyarakat, menurutnya, dapat mengambil peran melalui pekerjaan dan kemampuan masing-masing.

Ia mengajak masyarakat Pati memanfaatkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk memperkuat kepedulian terhadap daerah. Semangat tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kerja bersama dan sikap saling menghormati.

“Kalau rasa memiliki terhadap daerah semakin kuat, masyarakat tentu akan terdorong untuk ikut menjaga dan membangun Pati. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah,” tuturnya.

Ali berharap perkembangan teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda. Kemajuan digital, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan nilai kebangsaan.

“Bangsa yang kuat bukan hanya karena kemajuan teknologinya, tetapi juga karena memiliki masyarakat yang memahami jati diri dan menjaga persatuan. Nilai nasionalisme harus tetap menjadi bagian dari karakter kita,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *