Sinergi Kampus-Pemda: Kunci Keberhasilan Pemberdayaan Desa di Pati

DPRD Kabupaten Pati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di tingkat desa sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Dalam forum Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh LPPM Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Sekretariat Daerah Kabupaten Pati pada Selasa (28/04/2026), sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah menjadi topik utama.

Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, yang hadir mewakili lembaga legislatif, menyatakan bahwa dunia akademik memiliki peran strategis dalam mengawal pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pendekatan berbasis riset akan membuat program pembangunan jauh lebih terukur dan efektif dibandingkan metode konvensional tanpa landasan kajian.

Bacaan Lainnya

Mukit menjelaskan bahwa perguruan tinggi membawa kekuatan inovasi, sementara pemerintah daerah memegang kendali kebijakan dan teknis lapangan. Penyelarasan dua kekuatan ini dianggap sebagai solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang sering kali kurang tepat sasaran di wilayah pedesaan Kabupaten Pati.

“Perguruan tinggi memiliki kekuatan pada riset dan inovasi, sementara pemerintah memiliki akses terhadap kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Jika ini disinergikan dengan baik, maka program pemberdayaan masyarakat akan lebih tepat sasaran,” tutur Mukit dalam sesi diskusi tersebut.

(ADV)

Pos terkait