PATI, mbjateng.com – Rencana penataan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, yang diharapkan mampu memberikan nuansa baru bagi kawasan perkotaan, mendapat perhatian dari Komisi C DPRD Pati.
Anggota Komisi C DPRD Pati, Danung Singgih Aji, menilai pembangunan kawasan pedestrian perlu didukung perencanaan dan desain yang matang. Menurutnya, rancangan yang jelas akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Danung setelah mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Komisi C ke lokasi pembangunan trotoar, Selasa (6/10/2026).
Ia mengatakan, desain tidak hanya berfungsi untuk menunjukkan gambaran akhir sebuah proyek, tetapi juga menjadi acuan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengerjaan.
“Desain menjadi bagian penting karena dari situ bisa diketahui gambaran dan bentuk akhir pembangunan. Semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama terhadap konsep tersebut,” ujarnya.
Menurut Danung, kesamaan acuan antara pemerintah, pengawas, dan pelaksana diperlukan untuk mencegah terjadinya perbedaan antara rancangan dengan hasil pekerjaan.
Dengan adanya desain yang terukur, setiap bagian pekerjaan yang tidak sesuai konsep dapat lebih mudah diidentifikasi dan segera dievaluasi.
“Jangan sampai pelaksanaan di lapangan berjalan berdasarkan pemahaman masing-masing. Harus ada acuan yang jelas agar hasil akhirnya sesuai dengan konsep yang sudah direncanakan,” katanya.
Danung juga melihat kawasan Jalan Panglima Sudirman memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih representatif. Karena itu, pembangunan trotoar dinilai tidak cukup hanya memperhatikan aspek fungsi, tetapi juga perlu memperhatikan unsur estetika.
Jika kawasan tersebut diarahkan menjadi salah satu wajah baru perkotaan Pati, menurutnya, konsep desain harus mampu mendukung tujuan tersebut.
“Kalau targetnya menjadikan kawasan ini lebih baik dan bisa menjadi salah satu ikon kota, tentu desain pembangunannya juga harus mendukung arah itu,” jelasnya.
Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai perencanaan, Danung meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada DPRD. Penjelasan tersebut mencakup rancangan, jenis material yang digunakan, hingga fasilitas pendukung yang akan tersedia.
Komisi C, lanjutnya, ingin memastikan pembangunan trotoar tidak berhenti pada pencapaian fisik semata, melainkan menghasilkan kawasan pedestrian yang memiliki konsep dan manfaat yang jelas bagi masyarakat.
“Komisi C ingin proyek ini selesai bukan hanya secara fisik, tetapi juga benar-benar memiliki konsep yang jelas dan sesuai dengan tujuan awal pembangunan,” pungkas Danung.
(ADV)
