PATI, mbjateng.com – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, M. Yasin Shodiq, menilai kemitraan antara petani tebu dan pabrik gula menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga gula sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurutnya, sektor pertebuan tidak dapat berkembang secara optimal apabila hanya bertumpu pada salah satu pihak. Diperlukan hubungan yang saling menguntungkan antara petani sebagai produsen bahan baku dan pabrik gula sebagai pengolah hasil panen.
“Hubungan antara petani dan pabrik gula harus dibangun dalam semangat kemitraan. Ketika keduanya berjalan beriringan, maka produktivitas meningkat, pasokan bahan baku terjamin, dan harga gula di pasaran juga lebih stabil,” ujar Yasin Shodiq.
Ia menjelaskan, selama ini petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan bahan baku tebu. Di sisi lain, pabrik gula berperan memberikan kepastian pasar sehingga hasil panen petani dapat terserap dengan baik.
Menurutnya, sinergi yang kuat akan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi petani dan industri gula, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen. Sebab, stabilitas produksi akan berpengaruh terhadap ketersediaan gula di pasaran.
Yasin menilai upaya revitalisasi yang dilakukan sejumlah pabrik gula menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pertebuan. Dengan dukungan teknologi yang lebih baik, proses pengolahan tebu dapat berlangsung lebih efisien dan menghasilkan produk yang lebih kompetitif.
“Kalau pasokan tebu lancar dan kapasitas produksi pabrik meningkat, maka rantai pasok gula akan lebih sehat. Dampaknya bukan hanya pada petani, tetapi juga pada stabilitas ekonomi daerah,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah terus memfasilitasi komunikasi antara petani dan pabrik gula agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diselesaikan secara bersama-sama. Dengan demikian, sektor pertebuan di Kabupaten Pati dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
(ADV)
