PATI, mbjateng.com – Menurunnya ketertarikan generasi muda terhadap kesenian tradisional menjadi perhatian Anggota Komisi A DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Adam Maulana. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera direspons melalui langkah nyata agar budaya lokal tidak semakin terpinggirkan oleh perkembangan zaman.
Saat ditemui di ruang paripurna DPRD Pati, Adam mengatakan bahwa perubahan pola hiburan masyarakat, terutama di kalangan anak muda, membuat sejumlah kesenian tradisional mulai kehilangan penonton dan regenerasi pelaku seni.
Ia menilai fenomena tersebut tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada generasi muda. Sebab, selama ini ruang pengenalan budaya lokal dinilai masih terbatas dibandingkan derasnya arus hiburan digital yang mudah diakses melalui berbagai platform.
“Anak-anak muda hari ini hidup di era digital. Mereka setiap hari disuguhi berbagai konten modern. Karena itu, budaya lokal juga harus mampu hadir di ruang yang sama agar tetap dikenal dan dicintai,” ujar Adam.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pementasan seremonial. Perlu ada strategi yang lebih adaptif, termasuk melibatkan sekolah, komunitas kreatif, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi budaya.
Adam menilai kesenian seperti wayang kulit, ketoprak, barongan, maupun wayang topeng memiliki nilai edukasi yang tinggi karena mengandung pesan moral, kearifan lokal, dan sejarah daerah yang penting bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Kalau generasi muda tidak dikenalkan sejak dini, lama-kelamaan mereka akan asing dengan budayanya sendiri. Padahal budaya lokal adalah identitas yang membedakan kita dengan daerah lain,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat program pendidikan dan pelestarian budaya melalui kegiatan yang lebih dekat dengan kalangan muda. Dengan demikian, kesenian tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang mengikuti perubahan zaman.
“Pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama. Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya mendengar nama kesenian tradisional dari buku sejarah tanpa pernah menyaksikannya secara langsung,” pungkas Adam.
(ADV)
