Adhyaksa Cup 2026 Jadi Wadah Pembibitan Pesepak Bola Muda Pati

PATI, mbjateng.com — Upaya mencari dan mengembangkan talenta sepak bola sejak usia dini dinilai perlu terus diperkuat di Kabupaten Pati. Kompetisi kelompok umur seperti Adhyaksa Cup 2026 dipandang menjadi salah satu sarana penting untuk menemukan pemain muda yang memiliki potensi.

Anggota DPRD Pati sekaligus Pembina PSSI Askab Pati, Joni Kurnianto, mengatakan proses pembinaan harus dimulai dari level paling dasar. Menurutnya, anak-anak yang memiliki ketertarikan dan kemampuan bermain sepak bola membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan potensinya melalui kompetisi.

“Anak-anak ini harus diberikan ruang sejak usia dini. Dari kompetisi seperti ini kita bisa melihat siapa saja yang memiliki potensi untuk terus dibina,” kata Joni.

Ia menyebut Kabupaten Pati memiliki cukup banyak anak yang tertarik terhadap sepak bola. Namun, kemampuan tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa latihan yang teratur, pertandingan yang berkesinambungan, serta pendampingan dari pelatih.

Adhyaksa Cup 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni Kelompok Usia 10 Tahun (KU-10) dan Kelompok Usia 12 Tahun (KU-12). Turnamen tersebut diikuti 43 klub, terdiri dari 19 tim KU-10 dan 24 tim KU-12.

Menurut Joni, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa antusiasme terhadap sepak bola usia dini masih kuat. Hal itu menjadi modal untuk membangun pola pembinaan pemain muda yang lebih terstruktur.

Ia berharap kompetisi tidak berhenti setelah pertandingan berakhir. Pemain yang menunjukkan kemampuan menonjol perlu diarahkan untuk mengikuti pembinaan lanjutan melalui klub maupun program PSSI Askab Pati.

“Jangan sampai selesai turnamen kemudian selesai juga pembinaannya. Justru setelah kompetisi harus ada tindak lanjut, sehingga bibit-bibit yang muncul bisa terus dipoles,” ujarnya.

Joni juga mengingatkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengolah bola. Karakter pemain juga perlu dibentuk melalui penanaman kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, serta sikap menghargai lawan.

Ia mendorong agar kompetisi sepak bola kelompok umur semakin sering digelar di Pati. Semakin banyak kesempatan bertanding, semakin terbuka pula ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta lokal yang nantinya dapat menjadi bagian dari regenerasi sepak bola daerah.

(ADV)

Pos terkait