Akses Tambak Perlu Diperkuat untuk Dorong Produktivitas Petani Garam Pati

PATI, mbjateng.com – Kelancaran akses menuju kawasan tambak menjadi salah satu faktor yang dinilai perlu diperhatikan untuk mendukung peningkatan produktivitas petani garam di Kabupaten Pati. Infrastruktur yang memadai diyakini dapat mempermudah mobilitas petani, baik saat membawa kebutuhan produksi maupun mengangkut hasil panen.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan perhatian terhadap infrastruktur pendukung di wilayah sentra produksi garam.

Menurutnya, akses jalan menuju tambak tidak hanya berfungsi sebagai jalur mobilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam rantai produksi dan distribusi garam. Kondisi jalan yang kurang memadai berpotensi menambah beban biaya serta menghambat pengangkutan hasil panen.

“Jangan sampai petani memiliki potensi produksi yang besar, tetapi terkendala ketika mengangkut hasil garam karena akses menuju tambak belum memadai,” kata Mukit.

Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut mengatakan, pembangunan infrastruktur perlu dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing kawasan. Selain jalan, keberadaan saluran air di sekitar tambak juga dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas produksi.

Ia menilai pembenahan infrastruktur di kawasan tambak dapat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi kerja petani. Akses yang lebih mudah akan membuat distribusi bahan produksi maupun hasil panen menjadi lebih lancar.

“Perbaikan akses ini bukan semata-mata soal jalan. Ini berkaitan dengan bagaimana pemerintah hadir untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Mukit juga meminta pemerintah daerah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap berbagai persoalan infrastruktur yang dihadapi petani garam. Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan yang dilakukan tidak sekadar bersifat umum, tetapi benar-benar menyelesaikan kendala yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan kawasan produksi garam juga perlu dilakukan dengan pendekatan yang terintegrasi. Infrastruktur jalan, saluran air, fasilitas produksi hingga tempat penyimpanan hasil panen seharusnya dirancang sebagai bagian yang saling mendukung.

“Kalau infrastrukturnya dibangun secara terintegrasi, produktivitas petani akan lebih mudah ditingkatkan. Dampaknya tentu kembali kepada peningkatan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait