Antisipasi Ide Kreatif Layu, DPRD Pati Desak Pemkab Bangun Ekosistem Pendampingan Inovator Muda

PATI – Potensi intelektual dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Pati terancam menjadi sia-sia jika pemerintah daerah hanya menempatkan ajang Krenova sebatas rutinitas kompetisi tahunan. Catatan kritis tersebut dilayangkan oleh jajaran Komisi C DPRD Kabupaten Pati yang menuntut adanya keberlanjutan program pasca-pemberian penghargaan (award) selesai dilaksanakan.

Parlemen menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang utuh dan terintegrasi. Artinya, setelah para pelajar berhasil menciptakan purwarupa (prototype) alat atau aplikasi, dinas terkait wajib hadir memberikan pendampingan lanjutan, fasilitas hak paten, hingga upaya hilirisasi agar produk tersebut bisa diproduksi massal atau diadopsi oleh industri.

Anggota Komisi C DPRD Pati, Moh Ulin Nuha, menyayangkan jika ada ide-ide cemerlang dari anak sekolah yang harus berakhir berdebu di gudang sekolah hanya karena ketiadaan biaya pengembangan atau minimnya perhatian dari pemangku kebijakan daerah.

“Kita harus membangun ekosistem yang mendukung lahirnya inovator muda. Jangan sampai anak-anak yang memiliki ide cemerlang justru kehilangan semangat karena kurang mendapatkan perhatian dan pendampingan,” kata Ulin Nuha menyampaikan desakan politisnya.

Ulin yang juga politisi Fraksi PPP ini menyarankan agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pati mulai mengandalkan jalinan kemitraan dengan sektor swasta melalui program CSR atau bekerja sama dengan perguruan tinggi. Langkah kolaboratif ini dinilai efektif untuk mendanai riset-riset terapan milik pelajar Pati yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dengan hadirnya ekosistem yang suportif ini, semangat juang para inovator muda dipastikan akan tetap menyala. Mereka tidak akan merasa berjalan sendiri, melainkan merasa didukung penuh oleh sistem tata kelola pemerintahan daerah yang menghargai karya intelektual anak bangsa.

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *