Cegah Gangguan Kesehatan, Edukasi Warga Saat Kemarau Perlu Diperkuat

PATI, mbjateng.com – Upaya menjaga kesehatan masyarakat selama musim kemarau dinilai perlu dilakukan sejak dini. Selain memastikan warga mendapatkan pelayanan ketika sakit, langkah pencegahan melalui edukasi kesehatan juga dianggap penting, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati atau Mbak Ning, meminta tenaga kesehatan lebih aktif memberikan pemahaman kepada warga mengenai berbagai risiko kesehatan yang dapat muncul selama musim kemarau.

Menurutnya, edukasi tidak seharusnya hanya diberikan ketika masyarakat datang berobat ke Puskesmas. Informasi mengenai cara menjaga kesehatan justru perlu disampaikan secara aktif agar warga dapat melakukan pencegahan dari lingkungan masing-masing.

“Pelayanan kesehatan jangan hanya berhenti pada pengobatan. Edukasi juga harus diperkuat supaya masyarakat mengetahui langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kemarau,” ujar Mbak Ning.

Kondisi lingkungan yang kering selama musim kemarau dapat membuat debu lebih mudah beterbangan. Situasi tersebut perlu diwaspadai karena paparan debu dapat berkaitan dengan munculnya keluhan pada saluran pernapasan.

Mbak Ning mengatakan, materi edukasi yang diberikan kepada masyarakat tidak harus rumit. Hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan rumah, mengurangi paparan debu, mencukupi kebutuhan cairan, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami keluhan yang tidak kunjung membaik dapat terus disosialisasikan.

Ia juga mendorong Puskesmas membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah desa, khususnya di daerah yang mengalami kekeringan.

“Puskesmas bisa menggandeng pemerintah desa. Ketika ada wilayah yang mengalami kekeringan, edukasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan agar mereka memahami risiko kesehatan yang mungkin muncul,” katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuat upaya pencegahan berjalan lebih dekat dengan masyarakat. Warga tidak hanya mengetahui tempat untuk mendapatkan pengobatan, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sebelum mengalami gangguan.

Mbak Ning berharap penguatan edukasi dapat menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, sehingga masyarakat tidak menunggu kondisi kesehatan memburuk untuk mendapatkan pertolongan.

“Yang kita dorong bukan sekadar bagaimana mengobati masyarakat ketika sakit, tetapi bagaimana mereka bisa tetap sehat dan mampu mencegah gangguan kesehatan selama kemarau,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait