Dorong Pemerataan Pendidikan, Komisi C DPRD Pati Minta Krenova Jangkau Sekolah Pelosok

PATI – Ketimpangan akses informasi dan fasilitas laboratorium sering kali memicu persepsi bahwa ajang kompetisi sains dan inovasi seperti Krenova hanya didominasi oleh sekolah-sekolah yang berada di pusat kota saja. Pandangan minor inilah yang ingin dikikis habis oleh Komisi C DPRD Kabupaten Pati demi mewujudkan pemerataan ruang kreasi.

Pihak parlemen meminta panitia penyelenggara Krenova Pati Innovation Award untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan jemput bola ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran atau kecamatan pelosok, seperti di wilayah Sukolilo, Cluwak, hingga Dukuhseti. Potensi anak desa dinilai tidak kalah jenius dibanding anak kota jika diberikan stimulus yang setara.

Anggota Komisi C DPRD Pati, Moh Ulin Nuha, menyatakan bahwa talenta-talenta hebat sering kali lahir dari keterbatasan di pedesaan. Masalah-masalah harian yang dihadapi anak-anak di desa justru sering memicu lahirnya ide inovasi yang paling autentik dan orisinal.

“Krenova menjadi wadah yang sangat baik untuk menumbuhkan budaya inovasi di kalangan pelajar. Anak-anak muda perlu diberikan ruang untuk berkreasi dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” urai politisi asal Kecamatan Winong tersebut.

Ulin berharap, pada penyelenggaraan di masa mendatang, segmentasi kepesertaan dapat diperluas secara berjenjang dari tingkat madrasah, sekolah umum, hingga komunitas pemuda produktif di desa. Budaya berinovasi harus dijadikan sebagai gerakan massal yang mengakar di seluruh penjuru Pati.

Ketika iklim kompetisi yang sehat ini sudah merata di tingkat kecamatan, maka grafik indeks inovasi daerah Kabupaten Pati dipastikan akan melonjak tajam, melahirkan ekosistem kompetitif yang merata tanpa adanya diskriminasi wilayah.

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *