DPRD Pati Apresiasi Tari Nasi Gandul sebagai Inovasi Budaya Lokal

PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati sekaligus Ketua Fraksi Demokrat, Joni Kurnianto, mengapresiasi Kecamatan Pati yang mengangkat Nasi Gandul melalui sajian tari dalam Festival Kebudayaan Adhi Loka Pati 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.

Joni yang merupakan anggota DPRD dari Kecamatan Pati Kota menilai penampilan tersebut menjadi bentuk kreativitas dalam mengangkat kuliner tradisional ke dalam sebuah pertunjukan budaya. Menurutnya, Nasi Gandul tidak hanya dikenal sebagai makanan khas, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan dan identitas masyarakat Pati.

“Saya melihat apa yang ditampilkan Kecamatan Pati sangat kreatif. Nasi Gandul yang selama ini dikenal sebagai kuliner khas dikemas menjadi sebuah karya seni tari. Ini membuktikan bahwa budaya bisa lahir dari berbagai sisi kehidupan masyarakat, termasuk makanan yang menjadi bagian dari keseharian,” ujar Joni.

Sebagai salah satu anggota DPRD yang memiliki ketertarikan terhadap kuliner tradisional Pati, Joni menilai pengangkatan Nasi Gandul melalui Festival Adhi Loka merupakan cara yang menarik untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, kuliner tradisional memiliki cerita, sejarah, serta karakter yang tidak kalah penting dengan kesenian tradisional. Karena itu, pengembangan budaya daerah tidak harus selalu dilakukan melalui seni tari atau musik, tetapi juga dapat mengambil inspirasi dari makanan khas yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Saya sendiri cukup menyukai kuliner tradisional Pati. Banyak makanan khas daerah kita yang memiliki cerita dan karakter masing-masing. Ketika Nasi Gandul bisa diangkat menjadi sebuah tarian, saya kira ini menjadi contoh bahwa kuliner bisa dikembangkan menjadi bagian dari kreativitas budaya,” katanya.

Joni berharap kreativitas serupa dapat diterapkan pada berbagai kuliner tradisional Pati lainnya. Dengan demikian, kekayaan kuliner daerah tidak hanya dipertahankan dari sisi cita rasa, tetapi juga dapat dikenalkan melalui berbagai bentuk seni dan kegiatan budaya.

Ia menilai Festival Adhi Loka memberikan ruang yang baik bagi setiap kecamatan untuk menunjukkan ciri khas dan potensi daerahnya. Penampilan Tari Nasi Gandul dari Kecamatan Pati menjadi salah satu contoh bahwa identitas suatu wilayah dapat diterjemahkan melalui karya seni yang menarik.

“Festival seperti ini jangan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan identitas daerah. Kalau kuliner tradisional bisa dikemas secara kreatif seperti Nasi Gandul ini, tentu generasi muda akan lebih tertarik untuk mengenal dan ikut melestarikannya,” jelas Joni.

Lebih lanjut, Joni berharap pengenalan Nasi Gandul melalui festival budaya juga berdampak terhadap pelaku usaha kuliner dan UMKM. Semakin dikenal sebuah kuliner khas, semakin besar pula peluang bagi masyarakat yang menggeluti usaha tersebut untuk berkembang.

“Kita ingin budaya tetap hidup, kuliner tradisional tetap lestari, dan pelaku usaha juga mendapatkan manfaat ekonominya. Nasi Gandul punya potensi besar untuk menjadi salah satu ikon kuliner Pati, sehingga harus terus dikenalkan dan dikembangkan,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *