PATI, mbjateng.com — DPRD Kabupaten Pati menilai kemarau panjang dapat menjadi momentum untuk memperkuat diversifikasi pertanian di daerah. Petani tidak harus terus bergantung pada tanaman padi ketika kondisi air tidak memungkinkan.
Anggota DPRD Kabupaten Pati, Narso, mengatakan tanaman palawija dapat menjadi alternatif untuk menjaga produktivitas lahan selama musim kering.
“Jangan sampai pola pikir kita hanya padi. Ketika kondisi alam berubah, komoditas yang ditanam juga harus menyesuaikan. Ini bagian dari diversifikasi pertanian,” ujar Narso.
Ia menyebut petani di Pucakwangi, Jaken, Jakenan, dan Winong mulai mengembangkan kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau.
Menurutnya, diversifikasi juga dapat mengurangi risiko petani ketika produksi padi mengalami gangguan akibat kekurangan air.
“Kalau seluruh lahan dipaksakan untuk padi dalam kondisi air terbatas, risikonya justru lebih besar. Palawija bisa menjadi pilihan untuk mengurangi risiko tersebut,” jelasnya.
Narso mendorong Dinas Pertanian melakukan kajian mengenai komoditas yang paling sesuai dengan karakteristik lahan di masing-masing wilayah.
“Kita perlu data yang jelas. Wilayah mana cocok kedelai, mana yang cocok kacang tanah atau kacang hijau. Dengan begitu petani tidak sekadar mencoba,” katanya.
Ia berharap diversifikasi tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pertanian Pati dalam menghadapi perubahan kondisi musim.
(ADV)
