DPRD Pati Tekankan Efek Jera, Minta Pelaku Pelecehan Santriwati Dihukum Maksimal

PATI, mbjateng.com – Kalangan DPRD Kabupaten Pati angkat suara terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu. Anggota DPRD Pati, Muntamah, menegaskan pentingnya penjatuhan hukuman maksimal bagi pelaku guna memberikan efek jera.

Kasus yang melibatkan oknum kiai tersebut kini telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pati, setelah mencuat dengan jumlah korban yang disebut mencapai puluhan santriwati.

Bacaan Lainnya

Menurut Muntamah, penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk memutus mata rantai kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Ini bukan hanya soal keadilan bagi korban, tapi juga agar ada efek jera,” ujarnya.

Ia menilai, hukuman yang ringan justru berpotensi membuka ruang terulangnya kasus serupa. Sebaliknya, vonis berat diyakini mampu menekan niat pelaku lain.

“Kalau hukumannya tegas, orang yang punya niat buruk akan berpikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan seperti ini,” lanjutnya.

Lebih jauh, Muntamah menekankan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya bagi aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat di Pati.

Ia berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi para korban, sekaligus menjadi peringatan keras bahwa kekerasan seksual tidak mendapat toleransi.

(ADV)

Pos terkait