Kastomo Dorong Festival Literasi Pati Didorong Jadi Gerakan Berkelanjutan

PATI, mbjateng.com — Membangun kebiasaan membaca di tengah masyarakat membutuhkan proses yang terus dilakukan dan tidak bergantung pada kegiatan sesaat. Karena itu, Festival Literasi yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati diharapkan dapat berkembang menjadi program berkelanjutan untuk memperkuat budaya literasi.

Sekretaris Komisi A DPRD Pati dari Fraksi PKB, Kastomo, menilai kegiatan literasi perlu memiliki kesinambungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, budaya membaca dan belajar tidak dapat terbentuk hanya melalui satu kali penyelenggaraan kegiatan.

“Literasi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kegiatan seperti Festival Literasi ini sudah bagus dan perlu terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat, khususnya pelajar, yang tertarik untuk ikut,” ujar Kastomo.

Ia mengatakan keberadaan berbagai perlombaan dalam festival dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar. Selain mendorong mereka membaca dan mempelajari materi, kompetisi juga memberikan kesempatan untuk mengasah kreativitas serta menghasilkan karya.

Kastomo berharap konsep Festival Literasi terus diperbarui setiap tahun. Menurutnya, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas bentuk kegiatan sehingga literasi tidak hanya berkutat pada buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi di ruang digital.

“Teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak. Ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan literasi digital, tetapi mereka juga harus dibekali kemampuan menyaring dan memahami informasi dengan benar,” katanya.

Menurut Kastomo, penguatan literasi juga perlu menyentuh lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan perpustakaan desa dan kelurahan agar keberadaannya semakin menarik serta mampu menjadi ruang belajar bagi warga.

Festival Literasi yang turut memberikan penghargaan bagi perpustakaan desa dan kelurahan terbaik dinilai dapat menjadi pemicu bagi pengelola untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Ia pun mendorong adanya kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, perpustakaan, pemerintah desa, dan keluarga. Sinergi tersebut diperlukan agar budaya membaca tidak hanya tumbuh di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau semua pihak terlibat, literasi tidak hanya menjadi kegiatan di sekolah atau perpustakaan. Harapannya bisa menjadi kebiasaan di keluarga dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait