PATI, mbjateng.com — Tradisi Meron Sukolilo tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah, tetapi juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. DPRD Kabupaten Pati melihat momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif lokal.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati atau Mbak Ning, mengatakan kegiatan budaya yang melibatkan banyak masyarakat dapat menciptakan ruang ekonomi bagi pelaku usaha.
“Ketika sebuah tradisi semakin dikenal dan banyak masyarakat yang datang, tentu ada peluang ekonomi yang ikut tumbuh. UMKM, pedagang, pelaku kuliner, maupun ekonomi kreatif bisa mendapatkan manfaat,” ujar Mbak Ning.
Menurutnya, pengembangan ekonomi tersebut harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai budaya Meron.
“Jangan sampai aspek ekonominya justru menghilangkan nilai tradisinya. Keduanya harus berjalan beriringan. Budayanya tetap terjaga, sementara masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi,” jelasnya.
Ia menilai hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Tradisi Meron layak mendapatkan perhatian dan dukungan secara berkelanjutan.
(ADV)
