PATI, mbjateng.com — Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo meminta sekolah yang belum memperoleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gunungwungkal segera didata.
Menurutnya, data penerima harus menjadi dasar utama dalam pelaksanaan program agar tidak terjadi sekolah yang terlewat.
“Kalau ada laporan sekolah belum menerima MBG, langkah pertama harus diverifikasi. Kita perlu tahu jumlah sekolahnya, jumlah siswanya dan kendala apa yang membuat belum terlayani,” ujar Teguh.
Teguh mengatakan, Komisi D memiliki fungsi pengawasan terhadap sektor pendidikan dan persoalan yang berkaitan dengan peserta didik. Karena itu, keluhan mengenai pemerataan MBG perlu menjadi perhatian.
Ia menilai koordinasi menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Jangan sampai sekolah sudah menyampaikan keluhan, tetapi informasinya berhenti di satu pihak. Harus ada jalur komunikasi yang jelas supaya persoalan bisa cepat diselesaikan,” katanya.
Data Kemendikdasmen menunjukkan terdapat puluhan satuan pendidikan di Kecamatan Gunungwungkal dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemetaan distribusi berdasarkan satuan pendidikan dan jumlah peserta didik.
Teguh juga meminta pihak penyelenggara menyampaikan informasi secara terbuka kepada sekolah yang belum mendapatkan MBG.
“Kalau belum masuk tahap pelayanan, sekolah perlu diberi penjelasan. Jangan sampai pihak sekolah dan wali murid hanya menunggu tanpa mengetahui statusnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Komisi D terbuka untuk menerima masukan dari sekolah dan masyarakat terkait pelaksanaan MBG.
“DPRD siap mengawal aspirasi masyarakat. Yang terpenting, semua pihak duduk bersama mencari solusi supaya program ini bisa berjalan tertib dan merata,” katanya.
(ADV)
