PATI, mbjateng.com – Pati tidak semestinya hanya menjadi tempat lahirnya pemain esports untuk kompetisi lokal. Ke depan, atlet-atlet muda daerah tersebut dinilai harus diberi kesempatan untuk menguji kemampuan hingga tingkat nasional.
Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Maulana Adika Prastya, menilai Pati Esports Tournament dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menemukan pemain potensial yang nantinya dibina menuju kompetisi yang lebih tinggi.
“Harapannya, dari Pati muncul pemain-pemain yang bukan hanya kuat di tingkat lokal. Mereka harus punya kesempatan untuk bertanding di level regional maupun nasional sehingga pengalaman dan mental kompetisinya semakin matang,” ujarnya.
Maulana menilai pengalaman menghadapi lawan dari luar daerah penting bagi perkembangan seorang atlet. Kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi akan membuat pemain mengetahui kekurangan sekaligus mengukur kemampuan mereka.
Karena itu, ia mendorong agar para juara maupun pemain yang dinilai memiliki potensi tidak berhenti setelah menerima trofi dan hadiah.
“Setelah turnamen selesai, justru pembinaan harus dimulai. Pemain yang punya potensi perlu diarahkan untuk mengikuti kompetisi berikutnya,” katanya.
Menurutnya, prestasi atlet esports dapat menjadi kebanggaan baru bagi Kabupaten Pati. Apalagi perkembangan olahraga digital terus menarik minat generasi muda.
Ia berharap ke depan semakin banyak pemain Pati yang mampu tampil di kompetisi nasional dan membawa nama daerah melalui prestasi di bidang esports.
(ADV)
