Wakil Ketua II DPRD Pati Dorong Klarifikasi Resmi Soal Kepemimpinan RSUD

PATI – Munculnya kabar mengenai perubahan kepemimpinan di RSUD RAA Soewondo Pati mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Pati. Kejelasan informasi dinilai penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi yang berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Bambang Susilo, mengatakan DPRD akan menghormati seluruh proses administrasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Namun demikian, ia berharap setiap perkembangan yang berkaitan dengan jabatan strategis di lingkungan Pemkab dapat disampaikan secara terbuka kepada publik.

“Rumah sakit merupakan institusi pelayanan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Karena itu, informasi mengenai kepemimpinannya perlu disampaikan secara jelas agar tidak berkembang menjadi berbagai asumsi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bambang, komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bagian penting dalam menjaga sinergi penyelenggaraan pemerintahan. Dengan adanya keterbukaan informasi, setiap persoalan dapat disikapi secara proporsional tanpa memunculkan kesalahpahaman.

Ia menegaskan bahwa fokus utama DPRD bukan pada isu pergantian pejabat semata, melainkan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa terganggu oleh dinamika internal.

“Yang paling penting adalah pelayanan kepada pasien tidak boleh terpengaruh. Siapa pun yang memimpin rumah sakit nantinya harus memastikan kualitas layanan tetap menjadi prioritas,” katanya.

Politisi PKB itu menambahkan, apabila memang terdapat perubahan kepemimpinan di RSUD RAA Soewondo, proses tersebut hendaknya mengikuti ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan kesinambungan program-program pelayanan kesehatan yang selama ini telah berjalan.

Bambang juga berharap koordinasi antara pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, dan DPRD terus diperkuat sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan kepastian bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan.

“Kami berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang benar. Dengan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik, kepercayaan publik terhadap RSUD RAA Soewondo akan tetap terjaga, sementara pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus berlangsung secara maksimal,” pungkas Bambang Susilo.

(ADV)

Pos terkait