Wisnu Wijayanto Minta Pemkab Pati Percepat Implementasi Kebijakan BBM Khusus Nelayan

PATI, mbjateng.com – Penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi sebesar Rp15.000 per liter bagi nelayan kapal 30–200 GT dinilai harus segera diikuti langkah konkret di tingkat daerah. Komisi B DPRD Kabupaten Pati meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memaksimalkan implementasi kebijakan tersebut agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat nelayan.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Wisnu Wijayanto, mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pusat dapat berjalan efektif di lapangan.

“Kebijakan ini sudah sangat baik, tinggal bagaimana implementasinya dilakukan dengan cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan nelayan. Jangan sampai ada keterlambatan yang justru membuat manfaatnya tidak segera dirasakan,” ujar Wisnu.

Menurutnya, Pemkab Pati perlu segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait, pengelola distribusi BBM, hingga organisasi nelayan untuk menyusun mekanisme penyaluran yang jelas.

Selain itu, Wisnu menekankan pentingnya sosialisasi kepada nelayan mengenai persyaratan, mekanisme, serta tata cara memperoleh BBM dengan harga khusus tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

“Banyak nelayan yang belum tentu mengetahui teknis pelaksanaannya. Karena itu sosialisasi harus dilakukan secara menyeluruh, terutama di sentra-sentra perikanan seperti Juwana, Batangan, hingga Dukuhseti,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah daerah melakukan pendataan ulang terhadap nelayan penerima manfaat agar distribusi benar-benar tepat sasaran.

“Validitas data menjadi faktor utama. Pendataan harus akurat sehingga BBM khusus ini diterima oleh nelayan yang memang berhak, bukan pihak lain,” tegasnya.

Wisnu menambahkan, Komisi B DPRD siap mendukung sekaligus mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut melalui fungsi pengawasan agar tujuan pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan benar-benar tercapai.

“Kami berharap kebijakan ini menjadi awal dari lahirnya program-program lain yang semakin memperkuat sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Pati,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait