Yeti Kristianti: Peremajaan Tebu Jadi Investasi untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

PATI, mbjateng.com – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti Kristianti, menilai program bongkar ratoon menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu sekaligus mendongkrak pendapatan petani. Legislator asal Kecamatan Juwana itu mengatakan, peremajaan tanaman perlu dilakukan agar hasil panen tidak terus mengalami penurunan akibat usia tanaman yang sudah tua.

Menurut Yeti, tanaman tebu yang telah dipanen berkali-kali cenderung menghasilkan produksi yang lebih rendah. Karena itu, penggunaan bibit baru melalui program bongkar ratoon diyakini mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil panen.

“Peremajaan tanaman merupakan investasi bagi petani. Memang membutuhkan biaya di awal, tetapi hasil yang diperoleh nantinya akan jauh lebih baik dibanding mempertahankan tanaman yang produktivitasnya sudah menurun,” ujarnya.

Ia mengatakan, peningkatan produksi tebu akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani apabila didukung dengan harga jual yang stabil dan sistem kemitraan yang menguntungkan.

Yeti juga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penyediaan bantuan bibit dan pupuk, tetapi juga memperkuat akses petani terhadap teknologi budidaya modern agar produktivitas lahan semakin meningkat.

“Petani harus mendapatkan pendampingan mulai dari proses tanam hingga panen. Dengan cara itu, hasil produksi bisa lebih maksimal dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” katanya.

Menurutnya, sektor perkebunan tebu memiliki prospek yang baik apabila dikelola secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, ia mendorong agar program bongkar ratoon terus diperluas sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya.

“Harapan kami, program ini tidak hanya meningkatkan produksi gula nasional, tetapi juga benar-benar mampu memperkuat ekonomi keluarga petani di daerah,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait