PATI, mbjateng.com – Upaya menekan risiko kematian ibu dinilai perlu dilakukan jauh sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, Adhi Pamungkas, menilai edukasi kesehatan bagi remaja menjadi bagian penting dari langkah pencegahan jangka panjang.
Menurut Adhi, kesiapan seorang perempuan sebelum menjalani kehidupan berkeluarga turut berpengaruh terhadap kesehatan pada masa mendatang. Karena itu, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat perlu diperkenalkan sejak usia remaja.
“Kalau ingin mengurangi risiko kematian ibu, edukasi jangan baru diberikan ketika sudah hamil. Sejak remaja harus mulai dibekali pengetahuan dan pemahaman yang benar,” ujar Adhi.
Ia mengatakan pendidikan kesehatan sejak dini dapat menjadi investasi untuk membentuk generasi yang lebih siap menghadapi kehidupan berkeluarga. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, gizi, kehamilan hingga persalinan dinilai penting untuk diberikan secara bertahap.
Adhi juga menekankan bahwa kesiapan menjadi orang tua memiliki cakupan yang luas. Selain kemampuan secara ekonomi, calon orang tua juga membutuhkan kesiapan fisik, mental serta pengetahuan dalam menjalani kehamilan dan mengasuh anak.
“Menjadi ibu itu bukan hanya tentang proses melahirkan. Ada banyak hal yang perlu dipahami, termasuk menjaga kesehatan selama kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi dan merawat anak,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan usia menikah juga perlu menjadi bagian dari materi edukasi bagi generasi muda. Keputusan untuk membangun keluarga seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan fisik dan mental, bukan semata karena faktor usia atau dorongan lingkungan.
Ia menilai upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga, sekolah, tenaga kesehatan hingga pemerintah perlu memiliki peran masing-masing dalam memberikan informasi dan pendampingan kepada anak serta remaja.
“Lingkungan anak harus sama-sama memberikan pemahaman. Keluarga penting, sekolah penting, tenaga kesehatan juga penting. Jangan berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
Adhi berharap program terkait kesehatan ibu dan anak dapat lebih mengedepankan langkah preventif. Menurutnya, perhatian terhadap isu tersebut jangan hanya meningkat ketika terjadi kasus, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Ia menilai semakin dini pengetahuan diberikan, semakin besar pula peluang generasi muda memiliki bekal yang memadai ketika memasuki kehidupan berkeluarga.
“Pencegahan harus dilakukan sebelum masalah muncul. Kalau sejak muda sudah memahami kesehatan dan kesiapan berkeluarga, kita memiliki dasar yang lebih kuat untuk menekan risiko kesehatan ibu di kemudian hari,” pungkasnya.
(ADV)
