Burhan: Seni Budaya Pati Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

PATI, mbjateng.com — Penampilan kesenian Kabupaten Pati dalam Gelar Seni Budaya 2026 di Anjungan Jawa Tengah, TMII, Jakarta, tidak hanya dinilai sebagai upaya pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Sekretaris Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PPP, M. Dyan Aulia Burhanudin atau Burhan, mengatakan sektor seni dan budaya memiliki potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Menurutnya, ketika kesenian Pati tampil di luar daerah, secara tidak langsung hal tersebut ikut membuka peluang promosi berbagai potensi lain yang dimiliki Kabupaten Pati.

“Budaya bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan potensi daerah lainnya. Ketika orang mengenal keseniannya, mereka bisa tertarik mengenal kuliner, kerajinan, pariwisata dan produk UMKM Pati,” kata Burhan.

Ia menilai pelaku seni juga perlu mendapatkan dukungan agar dapat mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

“Kita ingin seniman tidak hanya tampil dalam acara seremonial. Mereka juga harus memiliki ekosistem yang memungkinkan karya seni berkembang dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Burhan mengatakan pemerintah daerah dapat memperkuat kolaborasi antara sektor kebudayaan, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif.

“Ini harus dilihat sebagai satu rangkaian. Seni, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif bisa saling mendukung,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi Sendratari Sapi Pragolo yang dinilai mampu membawa cerita lokal Pati ke ruang publik yang lebih luas.

“Cerita lokal seperti Sapi Pragolo harus terus dikemas secara menarik sehingga bisa diterima generasi sekarang tanpa menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya,” pungkas Burhan.

(ADV)

Pos terkait