DPRD Pati Dorong Perluasan Akses Pembiayaan bagi Petani Tambak dan Garam

PATI, mbjateng.com — Pengembangan usaha tambak dan garam di Kabupaten Pati dinilai perlu didukung dengan akses pembiayaan yang lebih mudah. Selain sarana produksi, ketersediaan modal menjadi salah satu faktor penting agar petani pesisir dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan skala usahanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Hilal Muharom, mengatakan keterbatasan modal masih menjadi salah satu kendala yang dapat menghambat perkembangan usaha masyarakat pesisir.

Menurutnya, petani yang memiliki lahan dan kemampuan produksi belum tentu dapat mengoptimalkan usahanya apabila tidak didukung pembiayaan yang memadai.

“Permodalan sangat menentukan perkembangan usaha petani. Jangan sampai potensi yang mereka miliki tidak bisa dikembangkan hanya karena terbentur keterbatasan modal,” ujarnya.

Hilal mendorong pemerintah daerah untuk memperluas akses informasi mengenai berbagai program pembiayaan yang dapat dimanfaatkan petani tambak dan garam. Namun, menurutnya, pemberian informasi saja belum cukup tanpa disertai pendampingan.

Ia menilai sebagian petani masih membutuhkan bantuan dalam memahami prosedur pengajuan pembiayaan, menyusun rencana usaha, hingga mengelola keuangan agar modal yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat.

“Petani perlu mendapatkan pendampingan secara menyeluruh. Mulai dari memahami persyaratan, menyusun perencanaan usaha, sampai mengelola modal agar penggunaannya produktif,” jelas politisi PKB tersebut.

Menurut Hilal, akses pembiayaan yang sehat dapat membantu petani memenuhi berbagai kebutuhan usaha. Mulai dari pengadaan sarana produksi, perbaikan tambak, hingga peningkatan kualitas hasil produksi.

Karena itu, ia membuka peluang adanya kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga keuangan maupun pihak terkait lainnya untuk menghadirkan skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat pesisir.

Hilal juga berharap persoalan permodalan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan apabila pembahasan regulasi khusus bagi petani tambak dan garam kembali dilakukan oleh DPRD bersama Pemkab Pati.

“Kalau akses modal semakin terbuka dan sehat, petani akan punya kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya. Jangan sampai usaha yang potensial terhenti hanya karena persoalan permodalan,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait