Edukasi Dinilai Jadi Kunci Keberlanjutan Program Keluarga Berdaya

PATI, mbjateng.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan melalui gerakan menanam sayuran di lingkungan rumah dinilai perlu dibarengi edukasi yang berkelanjutan. Masyarakat tidak cukup hanya mengetahui adanya program, tetapi juga perlu memahami cara menerapkannya sesuai kondisi masing-masing.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslikan, menilai edukasi menjadi faktor penting dalam pelaksanaan Program Keluarga Berdaya. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat menjalankan program secara mandiri dan tidak sekadar mengikuti kegiatan saat sosialisasi.

Ia mengatakan kemampuan setiap keluarga dalam memanfaatkan lahan tentu berbeda. Karena itu, pendekatan dan pendampingan yang diberikan pemerintah juga perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Iya harus edukasi, tidak hanya sekadar jargon. Tidak hanya program yang tidak ada follow-up-nya,” tegas Muslikan.

Politisi Fraksi PPP tersebut menekankan pentingnya tindak lanjut setelah sosialisasi dilakukan. Pemerintah perlu mengetahui sejauh mana masyarakat menerapkan program sekaligus mengevaluasi kendala yang muncul selama pelaksanaan.

Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Materi yang disampaikan sebaiknya tidak berhenti pada penjelasan mengenai program, tetapi juga mencakup langkah-langkah praktis yang mudah diterapkan di lingkungan rumah.

Muslikan menegaskan, DPRD Pati pada prinsipnya mendukung program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan tersebut terutama diberikan terhadap kegiatan yang benar-benar dimanfaatkan dan memiliki dampak positif bagi keluarga.

“Yang pasti, kami dari Komisi B, kalau itu memang program yang betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat dan menguntungkan masyarakat, tak jadi persoalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan berbasis keluarga sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Semakin tinggi pemahaman dan partisipasi warga, semakin besar pula peluang program tersebut berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, Komisi B mendorong agar edukasi, pendampingan, dan evaluasi ditempatkan sebagai bagian utama dalam pelaksanaan Program Keluarga Berdaya.

Dengan pola tersebut, gerakan menanam pangan di lingkungan rumah diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang mampu memperkuat kemandirian pangan keluarga.

(ADV)

Pos terkait