PATI, mbjateng.com – Kondisi jalan di kawasan pegunungan Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, kembali menjadi sorotan. Jalan yang berada di sisi jurang dengan tikungan tajam dinilai memiliki tingkat risiko tinggi bagi pengguna jalan, terutama saat malam hari dan musim hujan.
Warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut mengaku khawatir karena belum tersedia pagar pembatas di sejumlah titik rawan. Saat hujan turun, permukaan jalan menjadi licin, sementara jarak antara badan jalan dan jurang sangat dekat sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menilai keberadaan pagar pembatas bukan lagi sekadar pelengkap infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi keselamatan masyarakat.
“Akses jalan di daerah pegunungan apabila tidak ada pembatas jalan tentu membahayakan bagi pengguna jalan,” ujarnya.
Politikus Partai Demokrat itu mengatakan, kawasan pegunungan memiliki karakteristik berbeda dibanding jalur dataran rendah. Selain tikungan yang tajam, jalan juga berada di tepi jurang sehingga membutuhkan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memprioritaskan upaya pencegahan dibanding menunggu terjadinya kecelakaan.
“Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai kita baru bertindak setelah ada korban. Fasilitas pengaman di jalur rawan harus segera dipenuhi,” tegas Joni.
Ia juga meminta agar pemasangan rambu-rambu peringatan dilakukan bersamaan dengan pembangunan pagar pembatas sehingga pengendara dapat mengantisipasi kondisi jalan sejak jauh hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Toni, memastikan pihaknya akan melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik yang paling berbahaya. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan program penanganan infrastruktur keselamatan di kawasan pegunungan.
(ADV)
