PATI, mbjateng.com – Komisi B DPRD Kabupaten Pati menyoroti dampak kemarau panjang terhadap sektor pertanian menyusul munculnya puluhan kejadian kebakaran lahan.
Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, mengatakan kondisi lahan yang kering tidak hanya mengancam ketersediaan air untuk pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran.
“Petani sekarang menghadapi dua persoalan sekaligus. Di satu sisi kekurangan air, di sisi lain lahan dan tanaman yang kering sangat mudah terbakar. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Muslihan.
BPBD mencatat sekitar 1.700 hektare lahan terdampak kekeringan, sementara kekeringan telah menyebar di 40 desa pada 10 kecamatan.
Menurut Muslihan, pencegahan kebakaran harus menjadi bagian dari perlindungan sektor pertanian.
Petani diminta tidak melakukan pembakaran sisa tanaman atau material pertanian secara sembarangan, terutama ketika angin cukup kencang dan kondisi lahan sangat kering.
“Jangan sampai upaya membersihkan lahan justru menjadi sumber kebakaran. Kalau memang ada sisa tanaman, harus dikelola dengan cara yang aman,” ujarnya.
Muslihan juga meminta pemerintah memberikan perhatian kepada lahan pertanian yang berada di kawasan rawan kekeringan.
“Ketika lahan sudah kering, sedikit saja ada sumber api bisa menjadi persoalan besar. Jadi pencegahan harus dilakukan bersamaan dengan penanganan kekeringan,” katanya.
Ia berharap distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat tidak mengabaikan kebutuhan sektor pertanian dan peternakan yang juga terdampak kemarau.
(ADV)
