Yoga Dermawan Minta Revitalisasi Sekolah Pati Utamakan Kenyamanan Siswa

PATI, mbjateng.com – Pelaksanaan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Pati mendapat perhatian Komisi D DPRD. Selain memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, legislatif menekankan agar hasil revitalisasi benar-benar memberikan manfaat bagi proses belajar mengajar.

Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Yoga Dermawan, mengatakan keberhasilan program tidak semata diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Menurutnya, kualitas hasil pembangunan serta kesesuaiannya dengan kebutuhan sekolah juga perlu menjadi perhatian.

“Yang kita lihat bukan sekadar pekerjaan selesai, tetapi apakah hasilnya benar-benar bisa menunjang kegiatan belajar mengajar. Anak-anak harus mendapatkan ruang belajar yang aman dan nyaman,” kata Yoga.

Ia menjelaskan, kebutuhan setiap satuan pendidikan tidak selalu sama. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada perencanaan yang telah disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Program revitalisasi di Kabupaten Pati mencakup 90 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp67 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 57 satuan pendidikan merupakan jenjang SD, sedangkan lainnya tersebar di sejumlah jenjang pendidikan.

Yoga menilai cakupan program yang cukup besar tersebut membuat pengawasan perlu dilakukan secara serius. Terlebih, program tersebut berkaitan langsung dengan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

“Karena ini menyangkut fasilitas pendidikan, maka pelaksanaannya harus benar-benar kita perhatikan. Jangan sampai ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan,” ujarnya.

Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan, Komisi D sebelumnya melakukan pengecekan terhadap sejumlah sekolah yang masuk dalam program revitalisasi. Beberapa di antaranya yakni SD 01 Kayen, SD 01 Sundoluhur, SD 02 Jimbaran, dan SD 02 Brati.

Menurut Yoga, peninjauan tersebut diperlukan untuk melihat secara langsung kondisi pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan, hasil akhir dari revitalisasi harus dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekolah, terutama siswa dan guru yang menggunakan fasilitas tersebut setiap hari.

“Pada akhirnya yang ingin kita pastikan adalah siswa dan guru mendapatkan fasilitas yang layak. Itu yang menjadi tujuan utama program ini,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait