PATI, mbjateng.com – Kompetisi sepak bola usia dini dinilai memiliki peran lebih luas daripada sekadar mencari tim pemenang. Turnamen menjadi bagian dari proses untuk membentuk kepercayaan diri, mental bertanding, sekaligus karakter anak-anak yang mulai menekuni sepak bola.
Anggota DPRD Pati sekaligus Pembina PSSI Askab Pati, Joni Kurnianto, mengatakan jam terbang pertandingan sangat dibutuhkan pemain muda. Menurutnya, pengalaman tampil di lapangan akan membantu anak memahami situasi pertandingan sekaligus belajar mengendalikan diri.
“Pengalaman bertanding itu penting. Anak-anak akan belajar menghadapi tekanan, beradaptasi dengan permainan lawan, dan menerima apa pun hasil pertandingan,” ujarnya.
Joni menjelaskan, pembentukan mental tidak cukup dilakukan melalui latihan rutin. Pemain perlu merasakan secara langsung atmosfer kompetisi agar terbiasa menghadapi berbagai situasi yang muncul selama pertandingan.
Adhyaksa Cup 2026 dinilai menjadi salah satu kesempatan bagi pemain usia dini untuk mendapatkan pengalaman tersebut. Kompetisi yang mempertandingkan kategori KU-10 dan KU-12 itu diikuti 43 klub, termasuk peserta dari luar daerah.
Menurut Joni, keberadaan tim dari berbagai wilayah membuat persaingan menjadi lebih beragam. Pemain dapat belajar menghadapi gaya bermain berbeda sekaligus mengukur kemampuan mereka dibandingkan dengan peserta lainnya.
Ia juga mengingatkan agar hasil pertandingan tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Kekalahan justru dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki permainan pada pertandingan berikutnya.
“Anak-anak harus dibiasakan memahami bahwa menang dan kalah merupakan bagian dari kompetisi. Yang terpenting adalah bagaimana mereka mengambil pelajaran dari setiap pertandingan,” katanya.
Selain kemampuan teknis, Joni menilai kompetisi usia dini juga menjadi tempat untuk menanamkan nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, serta sikap menghargai lawan dan perangkat pertandingan.
Ia berharap turnamen sepak bola usia dini dapat digelar secara berkelanjutan dengan pembinaan yang dilakukan setelah kompetisi berakhir. Semakin banyak pengalaman bertanding yang diperoleh, semakin besar pula kesempatan pemain muda Pati untuk berkembang menuju jenjang yang lebih tinggi.
“Yang dicari bukan hanya pemain yang bagus secara teknik. Kita juga ingin membentuk anak-anak yang memiliki mental kuat dan karakter baik sejak usia dini,” pungkasnya.
(ADV)
