PATI, mbjateng.com — Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menekankan bahwa keberhasilan program revitalisasi sekolah tidak cukup hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik.
Menurutnya, fasilitas yang telah direvitalisasi harus benar-benar mampu menunjang proses belajar mengajar dan memberikan lingkungan yang aman bagi peserta didik.
Program revitalisasi nasional memang diarahkan untuk memperbaiki dan menata kembali sarana-prasarana satuan pendidikan agar sekolah memiliki bangunan yang layak dan mendukung mutu layanan pendidikan.
Teguh mengatakan, aspek kualitas menjadi bagian penting dalam pengawasan Komisi D.
“Kita tidak ingin revitalisasi hanya dilihat dari sisi fisiknya. Setelah selesai, fasilitas tersebut harus benar-benar menunjang proses belajar mengajar dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi siswa,” ujar Teguh.
Karena itu, menurut Teguh, temuan mengenai adanya perbedaan antara perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan harus diklarifikasi.
Komisi D tidak ingin langsung menarik kesimpulan sebelum seluruh data diperiksa.
“Kalau ada bagian pekerjaan yang berbeda dengan perencanaan, kita harus melihat dokumennya terlebih dahulu. Apakah perubahan itu memang diperbolehkan, apakah ada penjelasan teknis, dan bagaimana kualitas hasil akhirnya.” Akhir katanya.
Teguh juga mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap sekolah lain yang masih membutuhkan perbaikan.
Menurutnya, revitalisasi sekolah harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
(ADV)
