Yassin Minta Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Tak Berhenti di Proses Hukum

PATI, mbjateng.com — Anggota DPRD Pati dari Fraksi PPP, Yassin Shodiq, meminta penanganan dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati tidak hanya berfokus pada proses hukum. Menurutnya, perlindungan dan pemulihan korban perlu berjalan bersamaan dengan penanganan perkara.

Yassin mengatakan korban, terutama yang masih berusia anak, membutuhkan dukungan agar tetap dapat menjalani kehidupan dan pendidikan secara aman. Pendampingan psikologis, bantuan hukum, hingga kepastian melanjutkan sekolah dinilai perlu diperhatikan.

“Ketika terjadi dugaan kekerasan seksual, korban jangan sampai menghadapi persoalan baru setelah proses hukum berjalan. Mereka membutuhkan perlindungan, pendampingan dan kepastian untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Yassin.

Ia menyinggung perkara yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. Dalam penanganan kasus tersebut, perhatian terhadap keberadaan santri yang terdampak penghentian operasional pesantren juga menjadi bagian penting.

Ombudsman RI sebelumnya menekankan perlunya perlindungan bagi korban sekaligus memastikan ratusan santri yang terdampak tetap memperoleh akses pendidikan. Komnas Perempuan juga mendorong penanganan perkara kekerasan seksual dengan pendekatan yang berpusat pada korban, termasuk aspek pemulihan dan keberlanjutan pendidikan.

Yassin menegaskan, persoalan yang dialami korban tidak boleh membuat hak mereka untuk memperoleh pendidikan ikut terhenti.

“Jangan sampai korban merasa hidupnya berhenti karena kejadian tersebut. Pemerintah harus memastikan mereka tetap bisa belajar dalam lingkungan yang aman,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu membangun koordinasi dengan lembaga maupun pihak yang memiliki kapasitas dalam memberikan pendampingan kepada korban. Koordinasi tersebut diperlukan agar kebutuhan korban dapat ditangani sesuai kondisi masing-masing.

“Pendampingan harus dilakukan secara serius. Kalau korban membutuhkan bantuan psikologis, hukum maupun pendidikan, pemerintah harus hadir,” ujarnya.

Yassin juga menilai dukungan berkelanjutan penting untuk membantu korban melewati proses pemulihan. Penanganan yang komprehensif diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memastikan korban tidak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

“Yang paling penting adalah memastikan korban aman, mendapatkan pemulihan dan memiliki masa depan yang tetap terjamin,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait