PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Warsiti, meminta Pemerintah Kabupaten Pati menjadikan pemulihan sektor pertanian pascabanjir sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, percepatan penanganan terhadap petani yang mengalami gagal panen sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus melindungi perekonomian masyarakat pedesaan.
Warsiti menilai dampak banjir tidak hanya menyebabkan kerugian bagi petani secara individu, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketahanan pangan daerah apabila tidak segera ditangani. Karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan langkah nyata agar petani dapat kembali menggarap lahan mereka pada musim tanam berikutnya.
“Ketika petani mengalami gagal panen, yang terdampak bukan hanya pendapatan keluarga mereka. Produksi pangan daerah juga ikut terancam jika proses pemulihan berjalan lambat,” ujarnya.
Menurut Warsiti, bantuan yang diberikan pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan riil petani, mulai dari penyediaan benih, pupuk, bantuan permodalan, hingga pendampingan teknis. Dengan dukungan tersebut, petani akan memiliki kesempatan untuk kembali berproduksi tanpa terbebani kerugian yang mereka alami akibat banjir.
Ia menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi Kabupaten Pati. Oleh sebab itu, pemulihan pascabencana tidak boleh dipandang sebagai program jangka pendek, melainkan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Petani harus segera dibantu agar bisa kembali menanam. Jika terlalu lama menunggu, dampaknya akan semakin luas karena produksi berkurang, pendapatan masyarakat menurun, dan pasokan pangan ikut terganggu,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mendorong agar pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan dinas terkait, pemerintah desa, serta kelompok tani dalam mempercepat pendataan kerusakan lahan dan penyaluran bantuan. Menurutnya, proses yang cepat dan tepat sasaran akan mempercepat pemulihan aktivitas pertanian di wilayah terdampak.
Warsiti menegaskan Komisi B DPRD Kabupaten Pati akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan pascabanjir agar seluruh bantuan benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah yang terukur dan menyeluruh. Pemulihan sektor pertanian harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut keberlangsungan produksi pangan, kesejahteraan petani, dan stabilitas ekonomi masyarakat Kabupaten Pati. Semakin cepat petani kembali berproduksi, semakin kuat pula ketahanan pangan daerah kita,” pungkas Warsiti.
(ADV)
