Dugaan Keracunan MBG di Gembong, DPRD Pati Dorong Evaluasi dari Hulu hingga Distribusi

PATI, mbjateng.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa. Evaluasi dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Yoga Dermawan, menilai pemeriksaan tidak boleh berhenti pada makanan yang telah dikonsumsi para siswa. Menurutnya, seluruh tahapan penyelenggaraan MBG harus ditelusuri untuk menemukan titik persoalan.

“Kalau sudah terjadi seperti ini, tentu jangan hanya melihat pada makanannya. Proses dari awal sampai makanan diterima anak-anak juga harus dievaluasi,” kata Yoga.

Ia menyebut evaluasi perlu mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, pengemasan hingga pendistribusian makanan ke sekolah. Setiap tahapan tersebut harus dipastikan memenuhi standar keamanan dan kebersihan pangan.

Menurut Yoga, penghentian sementara distribusi makanan dari SPPG Gembong 01 dapat menjadi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan secara lebih mendalam. Hasil evaluasi nantinya diharapkan menjadi dasar perbaikan sebelum program kembali dijalankan.

“Jangan sampai kita hanya mencari siapa yang salah. Yang lebih penting adalah mencari titik persoalannya, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Di sisi lain, Yoga menegaskan penanganan terhadap siswa yang terdampak tetap harus menjadi prioritas. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 269 anak mengalami dampak dugaan keracunan dan 59 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Anak-anak harus menjadi prioritas. Setelah kondisi mereka tertangani, kemudian kita pastikan sistemnya diperbaiki,” tandasnya.

(ADV)

Pos terkait