PATI, mbjateng.com – Membangun keamanan lingkungan membutuhkan hubungan yang erat antara kepolisian dan masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, Polresta Pati menggelar Safari Sholat Subuh Keliling (SULING) di Masjid Jami Baitul Makmur, Dukuh Soko, Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 04.00 WIB itu dihadiri sekitar 53 orang. Peserta terdiri dari jajaran Polresta Pati, personel Polsek Gembong, tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh desa, serta jamaah masjid.
Kapolresta Pati Kombes Pol Sigit, S.I.K., M.H., berhalangan hadir secara langsung dan diwakili Kabag SDM Polresta Pati Kompol Joko Waluyono, S.H. Kegiatan diawali dengan sholat Subuh berjamaah yang dipimpin H. Syamsuri, kemudian dilanjutkan sambutan, doa bersama, dan penyerahan mimbar.
Dalam sambutannya, Kompol Joko menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi. Ia juga mengajak warga mendukung upaya bersama dalam menciptakan Kabupaten Pati yang aman, tenteram, dan sejahtera.
Ia mengatakan, Safari Subuh merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang dilakukan dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, polisi dapat menjalin silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi dengan warga dan para tokoh setempat.
Menurut Kompol Joko, kedekatan antara kepolisian dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Karena itu, masyarakat diharapkan aktif menyampaikan informasi, saran, maupun pengaduan apabila menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian aparat.
“Dengan komunikasi yang terjalin baik, kami bisa mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat. Harapannya, setiap persoalan dapat dibahas bersama dan ditemukan jalan keluarnya,” ujarnya.
Selain mengajak warga berpartisipasi menjaga keamanan, Kompol Joko mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menerima informasi. Ia meminta masyarakat memastikan kebenaran suatu kabar sebelum menyebarkannya agar tidak memicu kesalahpahaman maupun perselisihan.
Ia juga mendorong penyelesaian masalah melalui musyawarah dengan mengedepankan sikap saling menghargai. Menurutnya, kerukunan masyarakat harus terus dipelihara agar kehidupan sosial tetap harmonis.
Peran tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, dan sesepuh desa turut menjadi perhatian. Mereka diharapkan terus memberikan teladan serta mengajak warga menjaga toleransi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.
Kompol Joko menilai masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan masyarakat, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kami berharap hubungan antara ulama, umara, dan umat semakin kuat. Mari bersama-sama menjaga Pati agar tetap aman dan damai dengan menjunjung semangat tetep njogo roso, tetep seduluran saklawase,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif memerlukan kerja sama semua pihak. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat.
Warga yang mengetahui adanya dugaan tindak kriminalitas atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar diminta segera melaporkannya kepada petugas. Polresta Pati juga menyediakan layanan Call Center Polri 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meminta bantuan maupun melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian.
Melalui kegiatan SULING ini, Polresta Pati berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka dan sinergi dalam menjaga keamanan semakin kuat, sehingga suasana damai dan harmonis di Kabupaten Pati dapat terus terjaga.
(Humas Polresta Pati)
