Regenerasi PKB Pati Tak Sekadar Ganti Pengurus, Kaderisasi Jadi Fokus

PATI, mbjateng.com — Regenerasi dalam organisasi politik dinilai tidak cukup hanya ditandai dengan pergantian susunan kepengurusan. Lebih dari itu, proses tersebut diharapkan mampu mencetak kader yang memiliki kapasitas dan kesiapan untuk menerima tanggung jawab kepemimpinan di masa mendatang.

Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Bambang Susilo, mengatakan regenerasi harus menjadi bagian dari proses pembentukan kader secara berkelanjutan. Menurutnya, kader yang dipersiapkan sejak tingkat bawah akan memiliki pengalaman sebelum memasuki ruang politik yang lebih luas.

“Regenerasi jangan hanya dimaknai sebagai pergantian pengurus. Yang kita cari adalah kader yang siap mengambil tanggung jawab lebih besar ketika dibutuhkan,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, kemampuan seorang kader tidak terbentuk dalam waktu singkat. Pengalaman berorganisasi, berinteraksi dengan masyarakat, serta memahami berbagai persoalan di tingkat bawah menjadi bagian dari proses yang perlu dijalani.

Hal tersebut dinilai relevan dengan keberadaan struktur PKB Pati yang tersebar di 21 kecamatan. Kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2031 diharapkan tidak hanya berfungsi menjalankan roda organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi kader untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

Bambang menilai pengalaman di tingkat masyarakat akan menjadi bekal penting ketika seorang kader nantinya mendapat amanah yang lebih besar, termasuk menjalankan tugas di lembaga legislatif.

“Kalau kader sudah terbiasa mendengar persoalan masyarakat sejak dari bawah, ketika nanti mendapat amanah lebih besar, dia tidak akan kehilangan arah. Dia tahu untuk siapa perjuangan politik itu dilakukan,” katanya.

Ia juga mendorong agar kader muda memperoleh kesempatan untuk belajar dan terlibat langsung dalam kegiatan organisasi. Dalam proses tersebut, pengalaman kader senior tetap dibutuhkan sebagai sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Menurut Bambang, regenerasi yang berjalan baik bukan berarti menghilangkan peran generasi sebelumnya. Sebaliknya, kesinambungan antara pengalaman kader senior dan gagasan generasi muda dapat menjadi kekuatan bagi organisasi.

“Senior memiliki pengalaman, anak muda memiliki energi dan gagasan. Kalau dua kekuatan ini digabungkan, organisasi akan jauh lebih kuat,” ujarnya.

Bambang berharap proses kaderisasi yang dilakukan PKB Pati dapat melahirkan lebih banyak kader yang memiliki kemampuan organisasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta siap mengambil peran dalam berbagai bidang kepemimpinan.

Dengan pola tersebut, regenerasi diharapkan tidak berhenti pada perubahan struktur kepengurusan, tetapi menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat representasi masyarakat di ruang politik.

(ADV)

Pos terkait